Sabtu, 21 Desember 2013

Perhitungan Kebutuhan mesin dan Operator



PERHITUNGAN KEBUTUHAN MESIN
Nah, untuk posting ini saya akan membahas tentang perhitungan kebutuhan mesin dan operator, masih bersambung dengan postingan saya tentang perhitungan waktu baku sebelumnya.

Penentuan jumlah produksi
Jumlah unit yang diharapkan merupakan jumlah produk yang ingin dicapai pada operasi ke-n didapatkan dari jumlah unit yang disiapkan pada operasi berikutnya atau operasi ke-(n+1). Sedangkan untuk proses operasi yang terakhir jumlah unit yang diharapkan diperoleh dari target produksi yang ingin dicapai. Perlu diperhatikan untuk komponen-komponen yang dengan jumlah lebih dari satu, maka jumlah unit yang diharapkan diperoleh dari mengalikannya dengan jumlah yang diperlukan. Persentase skrap, merupakan persentase dari barang yang cacat karena kegagalan proses dan tidak dapat digunakan lagi, bukan sisa bahan yang tidak dipakai. Jumlah unit yang disiapkan nilainya akan selalu sama atau lebih besar dari nilai skrap untuk produksi yang bersangkutan. Perhitungan jumlah unit yang harus disiapkan dapat dihitung dengan rumus:

Perhitungan jumlah mesin
Untuk keperluan penentuan jumlah mesin atau tenaga kerja yang dibutuhkan maka disini ada beberapa informasi yang harus diketahui sebelumnya, yaitu:
1.      Volume produksi yang dicapai
2.      Estimasi scrap (produk yang cacat)
3.      Waktu kerja standar untuk proses operasi berlangsung
Selanjutnya untuk menentukan jumlah mesin dalam hal ini bisa pula untuk menentukan jumlah operator yang diperlukan untuk aktivitas operasi, maka rumus umum berikut ini dapat dipakai, yaitu:
Dimana :
P          = Jumlah produk yang harus dibuat oleh masing-masing mesin per periode waktu kerja (unit/hari)
T          = Total waktu pengerjaan yang dibutuhkan untuk proses operasi produksi yang diperoleh dari hasil time study atau perhitungan secara teoritis (menit/unit)
D         = jam operasi kerja mesin yang tersedia dalam 1 hari (jam)
E          = faktor efisiensi kerja mesin yang disebabkan oleh adanya set up, break down, repair atau hal lain yang menyebabkan terjadinya idle
N         = jumlah mesin ataupun operator yang dibutuhkan untuk operasi produksi

Penentuan efisiensi mesin dapat dihitung dengan rumus :
Dimana :
D         = jam operasi kerja mesin yang tersedia dalam 1 hari (jam)
Dt        = Down time perhari (jam)
St         = Setup time perhari (jam)
Menurut Apple (1990), perhitungan ini diperoleh dari peta operasi produk dari tiap jenis mesin yang sama pada masing-masing tipe. Perhitungan jumlah mesin sebenarnya digunakan untuk menghitung jumlah mesin yang diperlukan dalam proses produksi. Berikut adalah ketentuan perhitungan jumlah mesin yang dibutuhkan:
1.      Pembulatan keatas jika angka dibelakang koma dibagi dengan angka didepan koma jika lebih besar dari 0,1, maka dilakukan pembulatan keatas.
2.      Pembulatan kebawah jika angkat dibelakang koma dibagi dengan angka didepan koma jika lebih kecil dari 0,1, maka dilakukan pembulatan kebawah.
3.      Jika jumlah mesin teoritis lebih kecil dari satu maka dibulatkan menjadi 1.
Poskan komentar dengan
Poskan komentar dengan

Tidak ada komentar: